Manfaat Senam Yophytta Materna Bagi Ibu Hamil

Yoga merupakan sistem kesehatan yang bersifat holistik baik jiwa, pikiran dan tubuh yang dilakukan dengan sistem gerak yang halus, tidak menghentak dengan paduan pernafasan yang harmonis kemudian pilates adalah serangkaian perpaduan gerak dari kebijaksanaan kuno dan modern yang memberikan kontrol penuh pada tubuh, pikiran dan jiwa yang dilakukan dengan gerak nafas, kemudian hypnotherapi adalah suatu terapi pola pikir dengan menggunakan kata-kata yang dapat mengubah mood dengan mengkondisikan mental dan fisik agar bisa fokus, rileks, yakin, tenang dan aman dan semuanya dalam keadaan sadar sepenuhnya sedangkan tai chi merupakan perpaduan gerakan yang membutuhkan konsentrasi penuh dengan mengatur sistem pernafasan yang bersifat lembut untuk menghasilkan energi yang positif.

Dengan melakukan senam hamil ini secara teratur, maka sangat bermanfaat bagi ibu hamil karena dapat membuat tubuh menjadi sehat, bugar dan dapat mempermudah proses persalinan. Di samping itu, senam yophytta materna ini juga dapat meningkatkan kepercayaaan diri semasa proses kehamilan dan setelah melahirkan sehingga bayi akan lahir,tumbuh dengan sehat dan cerdas. Continue reading


TUJUAN SENAM HAMIL

Mochtar (1998) membatasi tujuan senam hamil menjadi tujuan secara umum dan khusus, tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut :
Tujuan umum senam hamil adalah melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam mekanisme persalinan, mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam menghadapi persalinan dan membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.
Tujuan khusus senam hamil adalah memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan, melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan, membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak napas, menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan dan dapat mengatur diri pada ketenangan.


Cara Praktis Senam Kehamilan

Sehat dan bugar selama hamil, tentu jadi dambaan semua wanita hamil. Namun, kadangkala, wanita hamil memiliki kecenderungan untuk malas beraktifitas karena badan yang terasa lemah, pusing atau sering mual. Padahal, kemalasan beraktifitaslah yang justru akan semakin membuat badan terasa tidak fit. Untuk itu, sangat dianjurkan bagi wanita hamil untuk mengatur pola konsumsi diimbangi dengan olahraga yang  teratur. Saat hamil, menjalani aktifitas dengan penuh semangat seperti hari-hari biasa, tentu ada trik dan caranya tersendiri. Salah satunya, dengan rutin berolahraga, seperti senam khusus kehamilan. Senam hamil umumnya dimulai saat kehamilan memasuki trisemester ketiga, yaitu sekitar usia 28-30 minggu kehamilan. Disamping untuk menjaga kebugaran, senam hamil juga diperlukan untuk melatih kesiapan fisik dan mental calon ibu menghadapi proses persalinan. Selain itu banyak pula manfaat senam kehamilan, diantaranya; Continue reading


PENGETAHAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL

ABSTRAK Latar belakang : Senam Hamil merupaka cara yang mendukung kemudahan dalam persalinan. Senam hamil bertujuan mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat berfungsi secara optimal dalam persalinan. Pengetahuan tentang senam hamil sangat penting karena dengan senam hamil dapat mengurangi gangguan kehamilan seperti sakit pinggang dan nyeri otot, meningkatkan stamina selama persalinan dan mengencangkan otot. Tujuan penelitian : Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Rumah Sakit Dr.Oen Surakarta, sedangkan tujuan khususnya yaitu untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang pengertian, tujuan ,manfaat, Continue reading


Video Senam Hamil Dan Cara Melakukannya

Bagaimana gerakan dasar senam hamil? Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti di rumah:

  1. Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan santai. Lakukan sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari
  2. Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai. Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
  3. Lakukan sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan lalu menoleh ke samping kanan/kiri, selanjutnya turunkan badan hingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai kekuatan ibu hamil
  4. Berbaring miring ke kiri (lebih baik ke arah punggung bayi), lutu kanan diletakkan di depan lutut kiri (ganjal dengan bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri letakkkan di belakang
  5. Bernaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, bawah kepala diberi bantal, demikian juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Tutup mata, tenang, atur nafas dengan berirama.
  6. Berbaring telentang, pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin, ketupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.

Rangkaian Senam Hamil

Masih banyak ibu hamil yang meragukan apakah melakukan gerakan-gerakan senam saat hamil aman untuk kehamilannya atau tidak. Perlu kita tahu, bahwa senam saat hamil dianjurkan oleh para dokter dan ahli kesehatan.

Berolahraga (senam) pada saat hamil akan membantu membuat Anda dan janin Anda tetap sehat serta sebagai persiapan persalinan. Ibu hamil yang rajin melakukan senam hamil secara teratur dan benar, proses persalinannya akan lebih mudah. Pun saat setelah melahirkan, Anda tidak akan berlama-lama merasakan sakit pasca persalinan. Continue reading


Panduan Senam Ibu Hamil

Senam hamil adalah adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik atau mental, pada persalinan cepat, aman dan spontan.

Sebelum memulai senam hamil, lakukan dulu gerakan pemanasan sehingga peredaran darah dalam tubuh akan meningkat dan oksigen yang diangkut ke otot-otot dan jaringan tubuh bertambah banyak, serta dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kejang/luka karena telah disiapkan sebelumnya untuk melakukan gerakan yang lebih aktif.

Kapan dianjurkan mengikuti senam hamil? Jika kandungan mencapai 6 bulan ke atas, lakukan senam hamil, kecuali ada kelainan tertentu pada kehamilan. Sebelum memutuskan mengikuti senam hamil, diskusikan kondisi kehamilan dengan dokter atau bidan.

Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan dengan lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses persalinan normal berlangsung relatif cepat.

Bagaimana gerakan dasar senam hamil? Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti di rumah:

Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan santai. Lakukan sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari

  1. Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai. Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
  2. Lakukan sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan lalu menoleh ke samping kanan/kiri, selanjutnya turunkan badan hingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai kekuatan ibu hamil
  3. Berbaring miring ke kiri (lebih baik ke arah punggung bayi), lutu kanan diletakkan di depan lutut kiri (ganjal dengan bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri letakkkan di belakang
  4. Bernaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, bawah kepala diberi bantal, demikian juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Tutup mata, tenang, atur nafas dengan berirama.
  5. Berbaring telentang, pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin, ketupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.